Replika fosil Gajah Purba,
wisata edukasi di tengah Kota Blora
Replika fosil gajah purba yang dipajang di sebuah bangunan kecil di kawasan Alun-alun Blora, Jawa Tengah diharapkan menjadi sarana wisata edukasi purbakala bagi masyarakat khususnya generasi milenial.
*****
FOSIL gajah yang bernama ilmiah Elephas Hysudrindicus itu berumur sekitar 200.000 - 250.000 tahun. Bobot gajah raksasa itu saat masih hidup diperkirakan mencapai 6 hingga 8 ton dengan tinggi 4 meter dan panjang 5 meter.
Fosil tersebut ditemukan oleh tim vertebrata Museum Geologi melalui kegiatan ekskavasi (penggalian) pada tahun 2009 di Desa Sunggun, Desa Mendalem Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Penemuan fosil tersebut dinilai spektakuler karena sejak dimulai penggalian fosil pada tahun 1850-an, baru pertama kali ditemukan fosil dari satu individu relatif utuh sekitar 90 persen. Petugas menyelesaikan rekonstruksi fosil pada tahun 2013, dan replikanya dipajang di Museum Geologi Bandung dan di Blora, Jawa Tengah. Sementara, fosil asli gajah purba itu menjadi koleksi Museum Geologi Bandung.
Pembuatan replika fosil gajah oleh tim Museum Geologi Bandung berlangsung bertahun-tahun. Pemkab Blora hanya sediakan tempat. Untuk fosil gajah aslinya disimpan di Museum Geologi Bandung karena di Blora tak ada tempat yang memadai.
Replika fosil gajah purba yang mendunia itu dipertontonkan untuk umum di bangunan berukuran 5 meter x 10 meter di atas lahan Pemerintah Kabupaten Blora.
Saat ini, fosil gajah purba yang asli disimpan di Museum Geologi Bandung. Gajah ini semasa hidupnya diperkirakan setinggi 5 meter dan berbobot sekitar 8 ton.
Kepala Museum Geologi Bandung SR Sinung Baskoro mengatakan, fosil tersebut baru selesai direkonstruksi pada akhir 2013, sekaligus dibuat replika.
"Fosil Gajah Blora merupakan temuan spektakuler. Karena sejak dimilainya peneliian paleontologi dan ekskavasi fosil sekitar tahun 1850-an, baru pertama kali ditemukan fosil dari satu individu gajah yang hampir utuh," sebutnya.