Menikmati kelangkaan jati raksasa,
Jati Denok di Desa Jatisari
Umurnya sudah mencapai 300 tahun lebih. Tumbuh di petak 62, Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Temetes yang masuk wilayah administrasi Desa Jatisari, Kecamatan Banjarejo, ukuran diameternya mencapai 7 bentangan tangan orang dewasa. Inilah jati raksasa yang bisa menarik perhatiaan wisata.
*****
BERDIAMETER tak kurang dari 7,5 meter, pohon jati ini tergolong sebagai jati raksasa di dunia. Bisa dipastikan jika pohon jati ini tiada duanya di dunia, dan hanya ada di Kabupaten Blora.
Perhutani sendiri mengenalkan namanya dengan sebutan jati denok. Sebutan ini bisa jadi menggambarkan betapa gemuknya jati tersebut.
Berada di petak 62, Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Temetes, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Temanjang, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Randublatung, jati tersebut membutuhkan setidaknya 7 orang dewasa untuk memeluknya. Bahkan bisa kurang bila tiap orangnya memiliki bentangan tak lebih dari 1 meter.
Bentuk jati yang berada di wilayah administratif kependudukan di Desa Jatisari, Kecamatan Banjarejo, denok memilik bodi bawah yang unik, berukuran lebar lebar.
Memiliki tinggi 30-an meter dengan usia mencapai 3 abad lebih, sebutan jati denok mengacu kepada bentuk pohonnya yang besar di bawahnya.
Diperkirakan nilai jual jati ini bisa mencapai miliaran rupiah. Namun nilai uang tersebut tentulah tak seharga dengan kelangkaan jati yang perlu dilestarikan turun temurun.
Jati denok kini menjadi monumen jati yang tetap berdiri kokoh. Selain itu, pohon ini termasuk yang dikeramatkan warga sekitar untuk upacara adat desa.
Jati denok ini memiliki sejarah yang unik. Dari litelatur perhutani, lanjutnya, pohon jati denok punya keterkaitan dengan sejarah di kedung putri. Dimana pohon jati tersebut konon diinjak Jonggrang Prayungan, sebagai tempat peristirahatan seorang bangsawan kerajaan, ketika dia ingin melihat kecantikan Putri Citro Wati dari negoro Purwo Carito atau putri gumeng.
Karena kesaktian yang dimiliki Jonggrang Prayungan, pohon jati yang diinjaknya tidak kuat menahan beban, dan akhirnya bagian bawah pohon tersebut tertekan dan membesar sehingga disebut jati denok.
Keberadaan jati tersebut bagi warga setempat di Dukuh Temanjang, Desa Jatisari menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat. Jati denok menjadi objek wisata yang ramai didatangi setiap akhir pekan.
Selain untuk wisata, pohon ini dipercaya memiliki keistimewaan. Sehingga pada sepuluh bulan sura lalu. Jati denok banyak didatangi orang luar Blora.