Menikmati

jaman purbakala

di Goa Kidang

Desa Tinapan, Todanan

Tim Okupasi Goa Kidang Balai Arkeologi Yogyakarta menemukan kembali kerangka manusia prasejarah di Goa Kidang, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah pada 2013. Dari ketiga temuan itu, tim mempertajam riset tata cara Homo sapiens merawat dan mengubur jenazah di dalam goa karst. Inilah goa yang memberikan sensasi jaman purbakala.

*****

goa_kidang-banner_01

KERANGKA manusia tampak meringkung dengan bagian kepalanya yang masih utuh. Sementara bagian tubuh tinggal tulang punggung. Sementara tulang tangan nyaris tak kelihatan, dengan tulang kakinya yang menekuk.


Kerangka manusia ini ditemukan di Goa Kidang di Desa Tinapan, Kecamatan Todanan. Goa ini bisa dijangkau dari Kota Blora dengan perjalanan tak kurang dari 40 menit dengan kendaraan roda empat berkecepatan sedang. Lebih cepat dengan kendaraan roda dua.


Letak goa tak jauh dari pabrik gula, Gendis Multi Manis. Pabrik ini menempati areal yang dulunya bumi perkemahan di Waduk Bentolo.


Goa berada di kawasan karst Pegunungan Kendeng Utara yang berjarak sekitar 35 kilometer dari kota Blora. Goa itu berupa ceruk gunung karst sedalam kira-kira 15 meter dari permukaan tanah bukit karst. Untuk masuk ke dalam goa, harus menuruni jalan setapak.

Mereka menggunakan goa di pegunungan karst, Pegunungan Kendeng Utara, sebagai tempat tinggal. Di tempat itu pula kami menemukan ritual penguburan dan teknologi cara membuat alat bantu berburu dan meramu.
- Indah Asikin Nurani, Tim Pola Okupasi Goa Kidang Balai Arkeologi Yogyakarta
goa_kidang-banner_02

Ketua Tim Pola Okupasi Goa Kidang Balai Arkeologi Yogyakarta Indah Asikin Nurani mengatakan, kerangka manusia ditemukan dalam posisi meringkuk. Saat ini baru terlihat bagian tangan dan punggung. Ini adalah penemuan ketiga di tempat yang sama. Tahun lalu, tim menemukan kerangka dalam posisi yang hampir sama pula. Dari hasil uji karbon, ketiga kerangka diperkirakan berusia 7.770-9.600 tahun.


Menurut Indah, ritual penguburan manusia prasejarah Goa Kidang sangat menarik. Mereka mengenal tentang hidup dan mati yang disimbolkan dengan penguburan jenazah yang menghadap ke barat atau posisi matahari terbenam.

goa_kidang-banner_03

Mereka juga mengenal tata cara merawat jenazah. Di sekitar kerangka mereka, tim menemukan remukan batu kapur dan remis cangkang kerang.


Selain itu mereka meletakkan jenazah dalam posisi terlipat atau meringkuk, seperti bayi di dalam kandungan.


Temuan manusia prasejarah itu juga membuka pengetahuan baru tentang kecerdasan manusia prasejarah. Manusia Goa Kidang membuat alat berburu dan meramu dengan teknologi yang lebih maju dibandingkan dengan temuan jenis Homo sapiens lain.


Pemerintah Kabupaten Blora telah menjadikan lokasi temuan sebagai kawasan lindung budaya. Pemerintah dan masyarakat setempat telah diminta menjaga peninggalan prasejarah tersebut. Sebelumnya, di Blora banyak ditemukan fosil binatang purba dan manusia prasejarah Homo soloensis. Temuan manusia Goa Kidang diharapkan bisa memperkaya pengetahuan tentang perjalanan manusia purba dan prasejarah.

Mereka membuat peralatan dari bahan cangkang kerang dan tulang binatang yang dibentuk dan diasah dengan alat batu. Mereka juga membuat mata anak panah yang terbuat dari tulang
- Indah Asikin Nurani, Tim Pola Okupasi Goa Kidang Balai Arkeologi Yogyakarta

Temukan di Google Maps

*****