Dari mimpi menjadi
Kebun Greneng
Mimpi Bambang Suharto sudah terlalu lama. Ia berangan-angan Blora menjadi sentra buah-buahan. Ikhtiar dari mimpi menjadi kenyataan.
HAMPARAN lahan seluas itu dulunya gersang. Nyaris tak ada satupun titik lokasi yang bisa dimanfaatkan untuk bertanam. Hanya semak belukar yang bisa tumbuh di sana. Tapi kondisi ini tak membuat Bambang Suharto mundur dari mimpi dan cita-citanya menjadikan lahan yang gersang tersebut jadi sebuah tempat yang menjadi pusat perhatian banyak orang.
Kini lahan seluas tak kurang 25 hektar tersebut menjadi salah satu lokasi wisata yang digagas swasta untuk menarik kunjungan wisata ke Kabupaten Blora. Diresmikan Pemerintah Kabupaten Blora pada Senin, 11 Juni 2018 oleh Bupati Blora Djoko Nugroho, Kebun Greneng milik Bambang Suharto yang bermitra dengan temannya, Prakoso Heriono—yang mempunyai keahlian di bidang budidaya tanaman buah unggulan, kini menjadi obyek kunjungan wisata di Kecamatan Tunjungan. Ini melengkapi 3 obyek wisata di sekitar Waduk Greneng di Desa Tunjungan, Kecamatan Tunjungan. Yakni : Waduk Greneng, Kebuh Buah Durian Dluwangan, dan Cemoro 7.
Sebelum diresmikan dibuka untuk umum pada 11 Juni 2018, 6 bulan sebelumnya, tepatnya 11 Januari 2018 kebun milik Bambang ini dapat kunjungan dari Menteri Riset dan Teknologi RI, Mohamad Nasir. Di kunjungan itulah Pak Menteri mengungkapkan keinginannya ke depan agar kawasan tersebut menjadi hutan sosial yang bisa dimanfaatkan masyarakat.
Selengkapnya dapat disimak dalam tayangan video berikut.
Sebulan sebelumnya, kebun milik Bambang yang dikerja-samakan dengan Prakoso Heriono tersebut mendapat kesempatan dikunjungi Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Ganjar diajak pimpinan daerah Kabupaten Blora untuk menikmati buah-buahan di kebun secara langsung, sekaligus mengadakan acara Forkopimda Kabupaten Blora panen buah kelengkeng kualitas super.
Dari rangkaian komunikasi pemasaran wisata yang Bambang kerjakan, pada Juni 2018 ia memutuskan untuk dibuka secara umum. Dengan tiket hanya Rp5.000 per orang masuk, Bambang yakin lahan yang telah ia siapkan jauh-jauh dari dapat menjadi obyek wisata unggulan di Kabupaten Blora.
Dengan tiket yang murah, apalagi di musim panen buah tertentu, pengunjung dapat menikmati buah sepuas-puasnya di tempat.