Heritge
Loco Tour
Cepu
menikmati kereta tua milik Belanda
Dulunya dipakai Belanda untuk pengangkutan kayu. Loko-loko ini kini jadi kereta wisata yang dikelola Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Cepu Perum Perhutani. Sebelumnya hingga 1970-an, loko-loko ini masih digunakan untuk pengangkutan kayu. Kalah bersaing ongkos dengan truk pengangkutan kayu, Perhutani menghentikan operasional pengangkutan kayu. Kelak beralih fungsi menjadi kereta wisata. Potensi yang cukup memiliki daya tarik wisata.
STAF Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) tampak bergantungan di kanan-kiri lokomotif yang berjalan dengan kecepatan rendah, Juni 2019. Di depan sebelah kanan berdiri Arief Rohman yang saat itu menjabat Wakil Bupati Blora. Ia mendampingi Anwar Sanusi, pejabat di kementerian tersebut. Anwar diajak Arief untuk menikmati potensi wisata yang dikenal dengan Heritge Loco Tour Cepu. Anwar menyebut, wisata loco ini sangat potensi di kembangkan sebagai wisata edukasi dan wisata perjalanan.
"Kami sangat senang sekali bisa diajak naik Loco ini, dimana kami semua bisa dibawa ke masa lalu tentang satu situasi jaman dulu. Waktu itu Blora terkenal dengan salah satu hasil hutan jatinya, sehingga perjalanan ini memberikan kenangan dan pembelajaran bagi kami semua," kata Anwar, seperti dikutip dari kumparan.com.
ADM Perhutani KPH Cepu Dadhut Sujanto mengatakan, selama liburan pertengahan 2019 banyak wisatawan dari Blora maupun luar Blora datang ke Cepu melihat dan menikmati wisata loco tour ini. "Yang kami pakai kereta Ruston namanya, menggunakan mesin sedangkan untuk Loco uap hanya untuk pesanan besar, soalnya biaya yang dikeluarkan lumayan besar," katanya.
Jaringan relnya merupakan salah satu rel tertua di pulau Jawa, bahkan di Indonesia. Sejak tahun 1915 dibangun jaringan rel kereta api di dalam kawasan hutan jati Cepu dengan panjang mencapai 300 km, dengan lebar sepur 1,076 m.
Pemilihan lebar sepur ini dipekirakan untuk memudahkan sambungan rel lintas utama Semarang - Surabaya. Keberadaan jaringan kereta api di hutan Cepu tidak dapat dilepaskan dari keberadaan lokomotif uap fungsi utamanya adalah sebagai alat transportasi pengangkut hasil hutan.
Lokomotif wisata ini merupakan paket perjalanan melintasi hutan jati KPH Cepu. Kereta wisata Blora berangkat dari start point Heritage Loco Tour di Kampung Cepu, Desa Ngelo, Cepu menuju ke TPK Batokan. Kereta wisata ini ditarik dengan lokomotif tua buatan Berliner Maschinnenbaun Jerman tahun 1928. Jarak tempuhnya 60 kilometer per jam, dengan kecepatan maksimum lokomotif ini 20 kilometer per jam.
Diambil dari travel.kompas.com, heritage Loko Tour Kereta Tua di Perhutani KPH Cepu memiliki kapasitas 25 orang penumpang per gerbong dengan jadwal sebagai berikut:
1. Reguler (khusus hari Sabtu dan Minggu)
Khusus hari Sabtu dan Minggu, kereta api ini berangkat mulai pukul 08.00 sampai pukul 17.00 WIB. Untuk paket ini, wisatawan akan dikenai tarif sebesar Rp 15 ribu per orang.
2. Paket Sewa (sesuai pesanan)
Paket ini menawarkan harga Rp 750 ribu dengan kapasitas penumpang maksimal 25 orang.
3. Paket Tambahan Gerbong
Selain dua paket di atas, kereta ini juga menyediakan tambahan gerbong bagi rombongan yang ingin mendapatkan tambahan gerbong. Untuk tambahan, wisatawan akan dikenakan tarif Rp 250 ribu per gerbong. Namun perlu diingat bahwa gerbong tambahan yang disediakan adalah gerbong terbuka.