Sunrise di Bukit Pencu,
Bogorejo
Berada di Desa Gayam, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora yang dapat ditempuh dari Kota Blora menuju Cepu berbelok di pertigaan Jepon-Bogorejo, Bukit Pencu bisa menjadi tempat untuk berburu keindahan saat matahari terbit.
*****
DUA puncak bukit itu berjejeran, tampak seperti tebing yang menjulang tinggi, dipisahkan lembah berbentuk huruf V jika dipotret dari kejauhan. Di puncaknya terdapat gubuk berpayung yang bisa dipakai untuk duduk-duduk menikmati pemandangan sekeliling.
Di pagi hari saat mentari beranjak naik, rongga lembah berhuruf V akan menampilkan pemandangan eksotis mentari yang menyeruak di antara 2 bukit tersebut. Bagi kebanyakan pengunjung, terutama di kalangan anak-anak muda, pemandangan inilah yang diburu saat mengunjungi bukit Pencu yang sering disebut sebagai Gunung Pencu.
Berada di wilayah Kecamatan Bogorejo, tepatnya di sebelah utara Desa Gayam, dapat ditempuh sekitar 1,5 jam dari pusat kota Blora. Di sepanjang perjalanan menuju Puncak bukit pencu, disuguhkan dengan barisan pohon jati di kawasan hutan milik Perhutani yang terletak di Desa Gayam. Sebelum meneruskan perjalanan, sejenak menyempatkan untuk singgah di Sabrangan (perbatasan Desa Gayam dan Desa Gandu) menyuguhkan pemandangan kawasan pegunungan karst.
Kawasan karst merupakan kawasan batuan karbonat yang memperlihatkan bentuk lapisan karst. Kawasan karst tersebut berada di sepanjang jalan di Desa Gandu di sisi kanan dan kirinya dengan topografi sebesar 15-40% dengan ketinggian sekitar 400 m di atas permukaan laut, dimana daerah tersebut merupakan daerah perbukitan.
Perbukitan yang sangat terjal ini menyuguhkan pemandangan yang sangat indah. Sejauh mata memandang, yang terpampang di depan mata adalah hamparan lahan pertanian tadah hujan, rumah- rumah penduduk yang sederhana, sebagian luas hutan jati, dan perbukitan kapur. Menyuguhkan pemandangan 360 derajat dengan mengitari puncak bukit ini yang tidak terlalu luas. Dari sisi yang berbeda, maka akan disuguhkan pemandangan yang berbeda pula.
PERJALANAN harus dilakukan dengan berjalan kaki, karena dari desa ke kaki bukit pencu tak ada lagi jalan yang bisa dilalui dengan kendaraan. Titipkan saja kendaraan ke rumah- rumah penduduk. Jangan kuatir tentang keamanannya, asal memberikan ongkos jasa parkir dan keamanan.
Selayaknya orang yang akan melakukan kegiatan pendakian, persiapkan fisik dan mental dengan prima. Meskipun perjalanan yang ditempuh tidak terlalu lama, namun sangat melelahkan karena menghadapi kondisi jalan yang menanjak dan licin pada saat musim hujan. Sebaiknya perjalanan dilakukan secara berkelompok atau minimal dua orang, dan jangan lupa membawa bekal berupa air mineral dan makanan ringan secukupnya.
Sepanjang perjalanan menuju ke puncak akan menyusuri jalan setapak pematang sawah dan di antara rimbunnya pohon- pohon jati yang baru ditanam di lereng bukit. Terpampang sangat jelas pemandangan alamiah perdesaan di pinggiran hutan yang sangat menyejukkan. Dan, tak terasa perjalanan akan sedikit terasa berat dan membuyarkan pikiran.
Jalan setapak yang menanjak dan terjal, bebatuan yang licin, memaksa harus berhati- hati untuk mengatur langkah menuju puncak bukit. Bagi yang pertama kali melakukan perjalanan seperti ini, tak apalah berhenti sejenak untuk sekedar menikmati bekal yang dibawa.