Masih adanya wabah corona di negara ini tak menghentikan even tahunan festival seni budaya yang digelar bersama 6 kabupaten, yakni: Pati, Kudus, Demak, Jepara, Rembang, dan Blora—selanjutnya disingkat Pakudjembara. Tahun 2020 ini festival dilangsungkan secara virtual, dan dan hak siar melalui Youtube didapat Tribun News. Festival mulai digelar jam 9 pagi pada Selasa, 17 November 2020.
KABUPATEN Blora mendapat giliran di menit 105 dalam tayangan langsung di Youtube. Setelah penampilan Tari Pluralisme dari Kabupaten Rembang dan Tari Tradisi Jembul Tulakan dari Kabupaten Jepara, Tari Nara Singa Lodra tampil dengan paduan gerak wayang orang.
Berbeda dengan 2 tari sebelumnya yang lentur dan gemulai dengan narasi kehidupan ekonomi dan sosial, gerak tari dari Kabupaten Blora ini menampilkan gerak yang mantap dan tegas—menggambarkan kegagahan dan keberanian. Ada narasi pertempuran dan peperangan di situ, berbeda dengan narasi kehidupan pluralisme di masyarakat Lasem yang dipentaskan dalam tari sepanjang 10-an menit.
Tarian rakyat seni barongan memang identik dengan peperangan dan pertempuran. Di pentas dari Kabupaten Blora sepanjang 14-an menit tersebut digambarkan adanya peperangan antara pasukannya Singa Lodra melawan Singa Barong.
Dengan gerak yang agak kaku di pewayangan orang, pentas Tari Nara Singa Lodra tak lagi menyiratkan keseraman sebagaimana topeng-topeng barongan yang seram.
Scene tampilan dari Tari Nara Singa Lodra.
Setelah tak kurang 14 menit memanjakan mata dengan gerak dan tarinya yang mantap, ada tayangan 2 menit yang disaksikan 3.300 tayangan setelah 9 jam mengudara. Berbeda dengan Kabupaten Rembang yang menjadikan satu paket promosi wisatanya di tengah-tengah festival tersebut, Kabupaten Blora menggunakan 2 menit untuk mempromosikan Heritage Loco Tour Cepu.
"Dengan even ini kami berharap kesenian Blora tetap melekat di hati masyarakat, dan potensi daya tarik wisata Heritage Trainz Loco Tour Cepu yang telah direvitalisasi bisa semakin dikenal luas. Daya tarik wisata heritage trainz loco tour ini hanya ada di Kabupaten Blora," lanjut Slamet Pamudji.
Acara dibuka langsung secara daring oleh Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Jawa Tengah, Drs. Sinoeng Noegroho Rachmadi, MM, yang mengapresiasi pelaksanaan even bersama Pakudjembara secara live streaming di tengah pandemi Covid-19.
“Meskipun dalam kondisi pandemi, kita harus tetap produktif. Event bersama ini bukan semata-mata untuk mencari yang terbaik sebagai juara, namun juga untuk menunjukkan semangat dan kreativitas masyarakat, sekaligus mempromosikan potensi daya tarik wisata wilayah Kabupaten masing-masing. Ini yang kita harapkan, pesan kami tetap patuhi protokol kesenian,” ucap Sinoeng. ***