5 tujuan
5 larangan
3 pedoman
Mengenal ajaran
Sedulur Sikep Dukuh Blimbing
Amalan ajaran Samin di Dukuh Blimbing, Desa Sambongrejo, Kecamatan Sambong, disebarkan cucu Jiman Surowijoyo, yakni Pramugi Prawiro Wijoyo. Jiman disebut-sebut sebagai murid atau pengikut langsung Samin Surosentiko. Bagaimana dan apa saja amalannya?
Pramugi Prawiro Wijoyo
PERAWAKAN tubuhnya tegap. Bertulang pipi menonjol dengan tatapan mata yang tajam. Bicaranya cadas saat menjelaskan amalan-amalan ajaran dari kepercayaan yang ia anut. Saking cadasnya, ia tak segan berbicara apa adanya di depan seorang Menteri, atau di depan forum-forum nasional.
Dia adalah Pramugi Prawiro Wijoyo, salah seorang penyebar ajaran-ajaran Samin di Dukuh Blimbing, Desa Sambongrejo, Kecamatan Sambong. Berbeda dengan Mbah Lasiyo yang seorang penyebar ajaran Samin di Desa Klopoduwur, Kecamatan Banjarejo, Mbah Pram—demikan Pramugi Prawiro Wijoyo biasa disapa—lebih sering malang melintang di forum-forum nasional. Ia biasa diminta untuk jadi pembicara di forum-forum kebudayaan atau kepercayaan di tingkat nasional. Di sana ia akan berbicara tentang isu-isu aktual, yang selanjutnya ia kaitkan dengan ajaran-ajaran dari Samin Surosentiko.
"Ajaran-ajaran dari kepercayaan kami (Samin) akan aktual dengan peristiwa-peristiwa yang terjadi akhir-akhir ini," klaim Mbah Pram.
Mbah Pram lalu menyebut kasus penodaan agama yang dialami Gubernur Jakarta Basuki Tjahaya Purnama sebagai contoh untuk menjelaskan ajaran-ajaran yang ada di penganut kepercayaan Samin.
"Di ajaran Samin ada 3 pedoman atau pegangan yang perlu diperhatikan oleh penganutnya, salah satunya adalah ucap." sebutnya.
Bupati Djoko Nugroho usai meresmikan sekaligus melaunching Model Literasi Budaya dan Teknologi Komunitas Adat, yang ada di Kampung Samin Dukuh Blimbing, Desa Sambongrejo, Kecamatan Sambong, pada acara Gebyar Budaya Komunitas Adat Samin 2017 di kampung setempat, Selasa (21/11/2017).
Di dalam ajaran Samin, lanjut Mbah Pram, jika ada yang salah ucap dan yang mengucapkan telah meminta maaf, yang tersakiti wajib memaafkan.
"Karena dalam tujuan hidup dari penganut kepercayaan Samin, rukun termasuk menjadi salah satu tujuannya," jelasnya.
Rukun termasuk urutan ketiga dalam tujuan yang ada dalam kehidupan para penganut kepercayaan Samin. Ada 5 tujuan yang urut-urutannya tidak boleh dibolak-balik. Lima tujuan hidup mereka adalah demen, becik, rukun, seger, waras.
"Demen tidak sekedar senang. Senang belum tentu demen, tapi bila demen sudah pasti senang," kata Mbah Pram mengurai satu per satu.
Mbah Pram lalu memberi contoh orang dapat undian togel. "Dapat nomer (togel) kan senang, tapi tidak baik. Jadi demen adalah kesenangan-kesenangan yang yang baik."
Selanjutnya adalah becik. "Becik," kata Mbah Pram, "tak sekedar apik. Apik belum tentu becik, tapi becik sudah pasti apik."
Setelah melampaui becik, pengamal ajaran Samin akan menginjak pada rukun. "Rukun adalah sumber kehidupan. Mengapa sumber kehidupan? Perang adalah simbol ketidak-rukunan. Dengan perang, manusia bisa kehilangan kehidupannya. Kebersatuan akan membuat kehidupan berjalan," tutur Mbah Pram.
Setelah tercapai rukun, melangkah pada tujuan berikutnya, yakni seger (segar). Seger menurut Mbah Pram tak sekedar enak.
"Contoh saat siang di terik anda kehausan dan menemukan minuman yang bukan milik anda. Saat anda meminumnya, anda akan merasa enak, tapi tidak seger karena itu bukan barang hak anda," Mbah Pram memberi contoh.
Puncak dari tujuan penganut kepercayaan Samin adalah waras.
"Waras tak sekedar tidak sakit. Orang tidak sakit belum tentu waras, tapi kalau waras sudah pasti tidak sakit. Karenanya ada ujar-ujaran 'sing waras ngalah'."
Untuk meraih 5 tujuan hidup tersebut, penganut kepercayaan Samin memilik 5 larangan yang wajib dijalani mereka yang taat mengamalkan ajaran-ajaran Samin.
"Ora keno jrengki, srei, panasten, dahpen, dan kemeren," ujar Mbah Pram.
Lima larangan tersebut merupakan 5 tingkatan keburukan yang perlu dijauhi pengamal ajaran Samin. Jrengki adalah tingkat keburukan yang paling berat. Sementara yang paling ringan adalah kemeren.
Ratusan sedulur samin sikep kabupaten Blora, Jawa Tengah dan sejumlah kabupaten lainnya mengikuti temu ageng di pendopo sedulur sikep Dukuh Blimbing Desa Sambongrejo, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora, Minggu (22/9/2019), yang turut dihadiri Wakil Bupati Blora Arief Rohman. Temu ageng digelar dalam rangka mempererat silaturahmi, mencocokan kembali ajaran Samin dalam laku kehidupan bagi keturunan dan pengikut ajaran yang disebarkan Samin Surosentiko yang tersebar di berbagai kabupaten. Sebab,selama lebih kurang 100 tahun tidak pernah digelar pertemuan, bahkan faktanya tidak saling kenal sesama sedulur. Even yang kali pertama dihelat itu merupakan rangkaian Platform Indonesiana Cerita dari Blora 2019.
Perempuan Sedulur Sikep Dukuh Blimbing menunjukkan hasil karya batik mereka. Keterampilan membatik telah dilatih dan ditekuni sejak 2014.
Untuk dapat menjauhkan diri dari larangan-larangan, penganut kepercayaan Samin berpegangan pada 3 pedoman.
"Yaitu pangucap, pertikel, dan kelakuan."
Pangucap adalah ucapan yang perlu diperhatikan. Sementara pertikel adalah pikiran, dan kelakuan adalah tindakan.
"Semua harus terjaga," pesan Mbah Pram.
Itulah 5 tujuan, 5 larangan, dan 3 pedoman yang ada dalam ajaran dan amalan-amalan yang ada di kepercayaan Samin.
GATOT ARIBOWO
Temukan melalui Google Maps
- Artistik bunga di Bukit Kemuning Todanan
- Berkunjung ke Rumah Artefak Blora
- Bermain dan belajar migas di MC Edupark Cepu
- Bermain di Watersplash Taman Sarbini
- Berwisata religi di makam Syekh Abdul Qohar di Ngampel, Blora
- Berwisata sehat di Kampung Kelor
- Bukit Kunci di Watugunung, wisata swafoto yang tak ada matinya
- Dari cemara berjumlah 7 menuju wana-wisata Cemara 7
- Dari mimpi menjadi Kebun Greneng
- Dari pesangon menjadi Kebun Wisata Hidroponik
- Eksotisnya Dinding Sungai Purba Kalinanas
- Goa Sentono, Keindahan Tersembunyi Dilembah Bengawan Solo
- Heritge Loco Tour Cepu, menikmati kereta tua milik Belanda
- Manganan Njanjang, wisata tradisi dari Desa Janjang di Kecamatan Jiken
- Menanti jatuhnya buah di Kampung Durian Nglawungan
- Menanti senja di Waduk Tempuran
- Menanti silhouette di Goa Terawang
- Menduduki pepohonan di Bukit Cengklik
- Mengenal ajaran Samin di Klopoduwur, Blora
- Mengenal Kerukunan Sedulur Sikep di Blimbing – Punya Ritual Sembahyang, Adat Pernikahan, dan Lebaran Suro
- Menghabiskan senja di Waduk Greneng
- Menikmati jaman purbakala di Goa Kidang Desa Tinapan, Todanan
- Menikmati kelangkaan jati raksasa, Jati Denok di Desa Jatisari
- Panorama indah di Puncak Mundri
- Replika fosil Gajah Purba, wisata edukasi di tengah Kota Blora
- Sensasi khas lontong tahu Blora
- Sensasi unik kopi santan di Desa Jepangrejo, Blora
- Sunrise di Bukit Pencu, Bogorejo
- Taman Tirtonadi Blora, dari satwa sampai kolam renang hingga panggung hiburan
- Wahana Permainan Air Kampung Bluron
- Wahana Wisata Waduk Selo Parang
- Wana Wisata Migas Kedungpupur
- Warna-warni Kampung Pelangi di Desa Bangsri, Jepon
- Wisata Edukasi Keramik Balong
- Wono Aji, wana wisata di Blora Selatan
- Wringin Seto, aliran kepercayaan dari Surakarta yang lestari di Blora
- Ziarah di Haul Sunan Pojok