Menanti
jatuhnya buah di
Kampung Durian Nglawungan
Menempati lahan tak kurang belasan hektar, kebun durian di Dukuh Nglawungan di Desa Tunjungan, Kecamatan Tunjungan menjadi agro-wisata yang memiliki daya tarik kunjungan.
Arief Rohman, Wakil Bupati Blora di awal Januari 2017 berkunjung ke Kampung Durian Nglawungan.
SELAIN Waduk Greneng, Cemoro 7, dan Kebun Greneng di Dukuh Klapanan, di Desa Tunjungan, Kecamatan Tunjungan juga ada agrowisata yang cukup menarik. Jika di Kebun Greneng berbagai buah ditanam, maka di Kampung Durian Dukuh Nglawungan hanya menyediakan buah durian.
Di Dukuh Nglawungan sendiri terdapat kebun durian seluas 20 hektare yang dimiliki oleh warga. Pihak desa setuju jika Nglawungan akan dijadikan sentra kebuh buah durian.
Untuk menuju lokasi Kampung Durian, pengunjung menempuh jarak kurang lebih 15 kilometer dari pusat Kota Blora. Melalui Jl Raya Blora-Purwodadi km 3, di perempatan Maguan belok ke kanan (utara) sejauh 8 kilometer arah Tunjungan. Sesampainya di pertigaan Pasar Desa Tunjungan, pengunjung dipersilakan belok kiri (arah barat) sejauh 2 kilometer dan akan disambut gapura Kampung Durian Nglawungan.
Di Kampung Durian ini, pengunjung bisa melakukan jogging track berkeliling kebun buah diantara rimbunnya pohon durian, kemudian bisa makan buah durian langsung di beberapa pondok yag ada di tengah kebun. Makan durian yang baru jatuh dari pohonnya, dijamin enak.
Menurut Arief Rohman, rasa durian di kampung ini termasuk unggulan.
Di kampung ini berbagai jenis durian akan kitadapati. Ada yang disebut dengan Durian Maling, Durian Tampar, Durian Mentik, Durian Sandang, juga Durian Ijo
Temukan di Google Maps
- 5 tujuan, 5 larangan, 3 pedoman – Mengenal ajaran Sedulur Sikep Dukuh Blimbing
- Artistik bunga di Bukit Kemuning Todanan
- Berkunjung ke Rumah Artefak Blora
- Bermain dan belajar migas di MC Edupark Cepu
- Bermain di Watersplash Taman Sarbini
- Berwisata religi di makam Syekh Abdul Qohar di Ngampel, Blora
- Berwisata sehat di Kampung Kelor
- Bukit Kunci di Watugunung, wisata swafoto yang tak ada matinya
- Dari cemara berjumlah 7 menuju wana-wisata Cemara 7
- Dari mimpi menjadi Kebun Greneng
- Dari pesangon menjadi Kebun Wisata Hidroponik
- Eksotisnya Dinding Sungai Purba Kalinanas
- Goa Sentono, Keindahan Tersembunyi Dilembah Bengawan Solo
- Heritge Loco Tour Cepu, menikmati kereta tua milik Belanda
- Manganan Njanjang, wisata tradisi dari Desa Janjang di Kecamatan Jiken
- Menanti senja di Waduk Tempuran
- Menanti silhouette di Goa Terawang
- Menduduki pepohonan di Bukit Cengklik
- Mengenal ajaran Samin di Klopoduwur, Blora
- Mengenal Kerukunan Sedulur Sikep di Blimbing – Punya Ritual Sembahyang, Adat Pernikahan, dan Lebaran Suro
- Menghabiskan senja di Waduk Greneng
- Menikmati jaman purbakala di Goa Kidang Desa Tinapan, Todanan
- Menikmati kelangkaan jati raksasa, Jati Denok di Desa Jatisari
- Panorama indah di Puncak Mundri
- Replika fosil Gajah Purba, wisata edukasi di tengah Kota Blora
- Sensasi khas lontong tahu Blora
- Sensasi unik kopi santan di Desa Jepangrejo, Blora
- Sunrise di Bukit Pencu, Bogorejo
- Taman Tirtonadi Blora, dari satwa sampai kolam renang hingga panggung hiburan
- Wahana Permainan Air Kampung Bluron
- Wahana Wisata Waduk Selo Parang
- Wana Wisata Migas Kedungpupur
- Warna-warni Kampung Pelangi di Desa Bangsri, Jepon
- Wisata Edukasi Keramik Balong
- Wono Aji, wana wisata di Blora Selatan
- Wringin Seto, aliran kepercayaan dari Surakarta yang lestari di Blora
- Ziarah di Haul Sunan Pojok

