Menghabiskan Senja

di

Waduk Greneng

Foto oleh Pemkab Blora.

Memiliki bangunan konstruksi sejak 1919 di jaman Hindia Belanda, Waduk Greneng bisa dijadikan tempat untuk menikmati keindahan alam di saat-saat memasuki senja. Cocok untuk jiwa-jiwa yang mendamba keheningan sekaligus dipadu keindahan alam.

waduk_greneng-banner_atas

Waduk Greneng di Desa Tunjungan, Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora tampak pemandangan dari atas. 

WADUK yang merupakan bagian dari anak sungai Kali Rante ini dimanfaatkan untuk pengairan lahan pertanian seluas 251 hektar. Membentang seluas 81 hektar, waduk yang dibangun sejak 9 tahun sebelum Sumpah Pemuda 1928 ini tipe konstrkusinya urugkan tanah homogen.


Waduk ini di bawah pengelolaan dan pengawasan dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, selain Waduk Tempuran di wilayah Blora lainnya.


Dengan volume air di waduk mencapai 2.300.000 m3 pada kondisi normal dan 1.907.000 m3 pada efektifnya, Waduk Greneng selain menjadi penopang sektor pertanian juga menjadi salah satu wahana wisata yang ada di Kabupaten Blora.

waduk_greneng-banner_pembuka

Sampan di tepian waduk.

Rona biru di ujung cakrawala.

Kelengkapan wahana wisata yang ada di waduk ini juga telah ada sejak 2018. Di tahun ini mulai dibuka tempat-tempat wisata yang mengelilingi waduk. Di Februari 2018 satu lokasi wisata dibuka, yakni Wana-wisata Cemoro 7. Sebelumnya dibuka juga Kampung Durian Nglawungan. Lalu di tahun itu pula dibuka Kebun Greneng di Dukuh Klapanan.


Jadi sebagai wahana dan lokasi wisata, di Waduk Greneng ini paling komplit.


Bagi mereka yang karakter wisatanya lebih cenderung menikmati keheningan dan keterpaduan pemandangan alam yang indah nan eksotis, pulanglah dari danau ini setelah lewat senja. Karena sayang jika senja yang indah di waduk atau di danau ini dilewatkan.


Sebagai lokasi tujuan wisata, Waduk Greneng memiliki ulasan yang cukup positif dari yang pernah mengunjunginya. Ulasan dapat ditemui di peta Google yang mengulas tempat, seperti yang disematkan di bawah ini.

Mengayuh sampan di tengah danau.

Temukan di Google Maps

Wisata Waduk Greneng di Tunjungan Blora Jawa Tengah bisa dibilang sebuah wisata alam yang memiliki beberapa akan fasilitas dan pelayanan di antaranya sebagai berikut :

1. Area parkir kendaraan

2. Penginapan dan Kamar mandi (MCK)

3.  Penyewaan alat pancing dan penyewaan perahu

Kanti (35) seorang wanita pengayuh sampan memegang dayung kayu yang akan digunakan untuk menyeberangkan warga yang akan berkunjung ke obyek wisata Cemoro Pitu di kawasan Waduk Greneng, Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Minggu (1/7). Jasa penyeberangan Rp5.000,00/orang. (Foto: Pak Teguh Kominfo)

Waduk Greneng dalam close-up video

Untuk menuju lokasi danau, pengunjung menempuh jarak kurang lebih 15 kilometer dari pusat Kota Blora. Melalui Jl Raya Blora-Purwodadi km 3, di perempatan Maguan belok ke kanan (utara) sejauh 8 kilometer arah Tunjungan. Sesampainya di pertigaan Pasar Desa Tunjungan belok kiri ke arah barat sejauh 2 kilometer.

Lanjut Jelajah & Plesiran
Berita Terkini